Materi Sistem Pernapasan Pada Manusia, Hidung, Faring, Laring, Trakea, Paru-paru dan Proses Pernapasn IPA SMP

Hallo sobat pembaca pelajaransmp.com, kali ini saya akan menjelaskan materi sistem pernapasan pada manusia, tujuan saya menulis artikel ini untuk membagikan wawasan atau berbagi ilmu dengan sobat-sobat semua, karena dalam dunia blogger saya termasuk orang baru atau newbie, jadi tolong di maklumi kalau penyusunan kata atau bahasa saya masih kaku, hehe.

Materi Sistem Pernapasan Pada Manusia, Hidung, Faring, Laring, Trakea, Paru-paru dan Proses Pernapasn IPA SMP, Memang pada dasarnya saya sendiri sangat hobi dengan membaca dan menulis, untuk itu saya isi waktu luang saya untuk menulis di blog pelajaransmp.com, artikel ini sengaja saya ringkas dengan harapan semoga mudah di pahami dan di mengerti, semoga tidak mengecewakan dan selamat belajar.!

SISTEM PERNAPASAN PADA MANUSIA

A. Saluran Pernapasan

Saluran pernapasan pada manusia tersusun dari hidung, faring, pangkal tenggorokan, batang tenggorokan, dan paru-paru.
Materi Sistem Pernapasan Pada Manusia, Hidung, Faring, Laring, Trakea, Paru-paru dan Proses Pernapasn IPA SMP

Hidung
Hidung merupakan tempat keluar masuknya udara dalam proses pernapasan, didalam hidung terdapat beberapa bagian sebagai berikut :
  • Bulu hidung dan selaput lendir, berfungsi sebagai alat penyaring udara.
  • Rongga hidung, berfungsi untuk memanaskan dan melembapkan udara agar sesuai dengan temperaturnya yang dibutuhkan.
  • Saraf pembau, berfungsi sebagai indra pencium atau pembau.
  • Kapiler darah, menghangatkan suhu udara.
Proses pernapasan dalam hidung di antaranya sebagai berikut :
  • Udara yang masuk disaring oleh bulu hidung sehingga debu dan partikel kotoran tidak masuk ke paru-paru.
  • Udara di hangatkan oleh kapiler darah sehingga suhunya sesuai dengan suhu tubuh.
  • Udara dilembapkan oleh lapisan lendir.
Faring
Faring merupakan organ saluran pernapasan yang terletak di antara saluran pernapasan dan saluran pencernaan. Faring merupakan saluran sepanjang 12,5-13cm yang berupa kelanjutan dari saluran hidung yang meneruskan udara menuju pangkal tenggorokan atau laring.

Pangkal Tenggorokan [Laring]
Laring terdiri atas lempengan tulang rawan dan di dinding bagian dalamnya dapat digerakan oleh otot untuk membuka dan menutup glotis, yaitu lubang atau celah yang menghubungkan faring dengan trakea. Laring berfungsi untuk menghalangi makanan masuk ke rongga hidung dan tenggorokan ketika mencerna makanan.

Batang Tenggorokan [Trakea]
Trakea merupakan saluran pernapasan yang berongga dengan dinding dari cincin-cincin tulang rawan. Trakea mengandung lendir dan bulu getar (silia) untuk menyaring debu dan bakteri yang masuk bersama udara agar tidak masuk ke paru-paru.

Di dalam trakea terdapan organ yang disebut jakun, yang berfungsi sebagai tempat selaput udara. Serta bronkus atau cabang batang tenggorokan yang merupakan percabangan trakea menuju paru-paru kiri ke paru-paru kanan.

Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada, di atas sekat antara rongga dada dengan rongga perut (diafragma) serta terbungkus oleh selaput rangkap yang disebut pleura, paru-paru jumlahnya sepasang yang terdiri atas paru-paru kanan dan peru-paru kiri, paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir, sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir.

Di dalam paru-paru, bronkus bercabang lagi membentuk bronkiolus, bronkiolus yang paling ujung disebut bronkiolus respirasi. bronkiolus respirasi terdiri atas gelembung-gelembung aveolus yang jumlahnya sangat banyak dan berguna untuk memperluas permukaan paru-paru agar lebih banyak udara yang terhidup. Aveolus merupakan tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida.

B. Proses Pernapasan

Proses pernapasan adalah proses masuk (inspirasi) dan keluarnya (ekspirasi) udara yang berkaitan erat dengan perbedaan volume dan tekanan udara. Proses inspirasi dan ekspirasi di atur oleh kerja otot diafragma dan otot antar tulang rusuk.

Proses pernapasan tulang manusia berlangsung dalam tiga tahap sebagai berikut :
1. Bernapas, adalah proses pengambilan oksigen dari udara dan mengeluarkan udara karbo dioksida ke udara melalui saluran pernapasan.

2. Pertukaran gas, terjadi dalam dua tahap, yaitu :
  • Pertukaran oksigen dan karbon dioksida di alveolus (gelembung paru-paru)
  • Pertukaran oksigen dan karbon dioksida di jaringan yang disebut respirasi ekstrasel.
3. Oksidasi zat makaan untuk memperoleh energi.

Mekanisme pernapasan pada manusia ada dua, yaitu :
1. Pernapasan dada, yaitu pernapasan yang menggunakan gerakan otot antartulang rusuk.
  • Fase inspirasi
    Rongga dada mengembang, akibatnya tekanan udara di paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar sehingga udara masuk ke paru-paru.
  • Fase ekspirasi
    Rongga dada mengempis, akibatnya tekanan udara di paru-paru lebih besar daripada tekanan udara luar sehingga udara mengalir keluar paru-paru.
2. Pernapasan perut, yaitu pernapasan yang menggunakan otot-otot diafragma.
  • Fase inspirasi
    Otot diafragma berkontraksi (tegang) sehingga diafragma mendatar dan volume rongga dada membesar. Akibatnya tekanan udara di paru-paru lebih kecil dari tekanan udara luar sehingga udara masuk ke paru-paru.
  • Fase ekspirasi
    Otot diafragma kembali kendur atau berelaksasi sehingga diafragma melengkung ke atas dan volume rongga dada mengecil. Akibatnya tekanan udara di dalam paru-paru membesar sehingga udara keluar dari paru-paru.
Jenis volume udara untuk pernapasan.

Jenis Volume Ukuran Volume Pengertian
Tidal 500 cc Volume udara yang masuk
dan keluar paru-paru saat
terjadi pernapasan biasa.
Suplemen 1.500 cc Volume udara yang masih
dapat dikeluarkan dari paru-paru
setelah ekspirasi normal.
Komplemen 1.500 cc Volume udara yang masih dapat
dihirup setelah inspirasi normal.
Vital 3.500 cc Jumlah volume tidal + volume
suplemen + volume komplemen
atau volume maksimal yang
dapat dikeluarkan dalam satu
ekspirasi setelah inspirasi.
Residu 1.000 cc Volume udara yang tersisa
di dalam paru-paru setelah
melakukan ekspirasi maksimal.

C. Gangguan Pada Sistem Pernapasan

Jenis-jenis gangguan pada pernapasan atau paru-paru antara lain adalah Bronkitits, Asma, Influenza, TBC, dan Pnueumonia.
  • Bronkitis, yaitu perdagangan pada bronkus atau bronkiolus. Disebabkan oleh infeksi mikroorganisme karena salesma atau influenza. Asap rokok dan debu juga dapat memudahkan terjadinya bronkitis.
  • Asma, yaitu persempita saluran pernapasan yang diakibatkan oleh alergi terhadap kondisi lingkungan debu, suhu dingin, rambut hewan, dll. Asma juga bisa disebabkan oleh makanan dan infeksi saluran pernapasan.
  • Influenza, yaitu terinfeksinya saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Gejalanya ditandai dengan demam, lesu, batuk pilek, dan pegal linu.
  • TBC, yaitu penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosa. TBC adalah penyakit yang menular melalui udara dan merusak jaringan paru-paru. Gejalanya berat badan menurun drastis, batuk berdahak atau berdarah, sesak napas, dan sering berkeringat di malam hari.
  • Pneumonia, yaitu peradangan dada dinding alveolus. Pneumonia disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumoniae, dan perdagangan tersebut dapat mengakibatkan terjadinya penurunan area alveolus untuk pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida.
Demikianlah artikel Materi Sistem Pernapasan Pada Manusia, Hidung, Faring, Laring, Trakea, Paru-paru dan Proses Pernapasn IPA SMP, semoga dapat bermanfaat bagi sobat semua, jika sobat masih ingin belajar silakan sobat klik klik Materi IPA di menu atas, jika sobat ingin menlihat contoh soal yang sudah ada silakan sobat Contoh Soal IPA di di menu atas, sekian saja dari saya apabila ada kesalahan kata atau kalimat saya mohon maaf, terimakasih sudah berkunjung dan sampai bertemu di kesempatan berikutnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Materi Sistem Pernapasan Pada Manusia, Hidung, Faring, Laring, Trakea, Paru-paru dan Proses Pernapasn IPA SMP