Sistem Peredaran Darah Manusia, Jantung, Sel-sel Darah, Golongan Darah, dan Gangguan Peredaran Darah IPA SMP Lengkap

Hallo sobat pembaca pelajaransmp.com, seperti biasa di tengah kesibukan saya dalam menjalani hidup dalam penjara tanpa jeruji ini, saya luangkan waktu untuk menulis artikel di pelajaransmp.com. Materi yang akan saya bahas kali ini adalah sistem peredaran darah pada manusia.

Sistem Peredaran Darah Manusia, Jantung, Sel-sel Darah, Golongan Darah, dan Gangguan Peredaran Darah IPA SMP Lengkap, semua orang mempunyai sistem peredaran darah, namun tidak semua orang tau dan pahan akan sistem itu sendiri, alangkah baiknya kita mempelajari tentang apa yang ada dalam diri kita, untuk itu mari kita belajar bersama.!

SISTEM PEREDARAN DARAH PADA MANUSIA

A. Sistem Peredaran Darah

Sistem peredaran darah pada manusia terdiri atas jantung, pembuluh darah, pembuluh limpa, dan alat angkut utama yaitu darah. Darah dapat mengangkut gula, asam amino, garam mineral, dan vitamin. Sedangkan lemak di angkut oleh getah bening.
Sistem Peredaran Darah Manusia, Jantung, Sel-sel Darah, Golongan Darah, dan Gangguan Peredaran Darah IPA SMP Lengkap

Sistem peredaran darah manusia dibedakan menjadi dua, yaitu peredaran darah tertutup dan peredaran darah ganda atau rangkap. Peredaran darah tertutup, yaitu peredaran darah yang selalu mengalir di dalam pembuluh darah.

Peredaran darah ganda atau rangkap, yaitu peredaran darah yang dalam satu kali beredar darah melalui jantung sebanyak dua kali. Peredaran darah ganda terdiri atas peredaran darah besar dan peredaran darah kecil.
  • Peredaran darah besar : Jantung (bilik kiri)  seluruh tubuh jantung (serambi kanan)
  • Peredaran darah kecil : jantung (bilik kanan)  paru-paru jantung (serambi kiri)

B. Alat Peredaran Darah

Alat peredaran darah manusia terdiri atas jantung dan pembuluh darah.

Jantung
Jantung berfungsi sebagai pemompa dalam sistem peredaran darah, jantung terdiri atas empat ruang, yaitu :
  • Dua rongga atas yang disebut atrium atau serambi.
  • Dua rongga bawah yang disebut dengan bilik atau ventrikel.
Jantung memiliki tiga katup, yaitu :
  • Katup vena semilunaris, terletak pada pangkal aorta.
  • Katup valvula bikuspidalis, terletak antara vertikel kiri dan atrium kiri.
  • Katup valvula triskudpidalis, terletak antara atrium kanan dan ventrikel kiri.
Jantung memiliki tiga buah vena yang bermuara di atrium, yaitu :
  • vena ava superior, membawa darah dari organ tubuh bagian atas.
  • vena cafa inferior, membawa darah dari organ tubuh bagian bawah.
  • vena pulmonalis, membawa darah kaya oksifen dari paru-paru.
Arteri yang terpangkal di jantung adalah :
  • Arteri pulmonalis, membawa darah kaya CO2 menuju paru-paru.
  • Aorta, arteri terbesar yang mengalirkan darah dari bilik kiri ke seluruh tubuh.
Tekanan darah menunjukan kemampuan jantung dalam memompa darah. Tekanan darah normal pada orang dewasa adalah 120/80 mmHg.

Pembuluh Darah
  • Pembuluh arteri (nadi), berfungsi untuk mengalirkan darah dari jantung menuju kapiler. Dindingnya tebal dan elastis untuk menjaga aliran darah tetap konstan dan tidak tersendatdam arah alirannya meninggalkan jantung. Tekanan darah didalamnya kuat sehingga jika terluka darah yang keluar akan memancar.
  • Pembuluh balik (vena), berfungsi untuk mengalirkan darah dari kapiler menuju jantung. Dindingnya tipis dan tidak elastis, arah aliran darahnya menuju ke jantung. Tekanan darah didalamnya lemah sehingga jika terluka darah keluar menetes.
  • Pembuluh kapiler, berupa saluran tipis yang memungkinkan terjadinya pertukaran zat antara darah dengan sel jaringan tubuh.
  • Pembuluh Arteriol, pemuluh darah kecil yang menghubungakan pembuluh kaliler dengan arteri.
  • Pembuluh Venule. pembuluh darah kecil yang menghubungkan pembuluh kapiler dengan pembuluh vena.

C. Darah

Darah pada manusia berwarna merah karena mengandung hemogoblin. Hemogoblin berfungsi untuk mengikat oksigen dari paru-paru dan mengedarkannya ke seluruh tubuh. Tingkat warna merahnya bergantung pada kadar oksigen dan karbon dioksida, darah yang mengandung banyak oksigen berwarna merah cerah. sedangkan darah yang mengandung banyak karbon dioksida berwarna merah tua, Fungsi darah sebagai berikut :
  • Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.
  • Mengangkut karbon dioksida dari jaringan yang ada diseluruh tubuh ke paru-paru.
  • Mengangkut sari makanan dari jonjos usus ke jaringan tubuh yang memerlukannya.
  • Mengatur stabilitas temperatur tubuh.
  • Mencegah masuknya kuman dan kotoran ke dalam tubuh melalui luka dengan cara pembekuan darah.
  • Membasmi kuman dengan menghasilkan antibodi.
  • Sebagai alat pengedar hormon dari alat tubuh penghasil hormon ke seluruh tubuh.
Jika darah diendapkan dengan sentrifugasi, darah terpisah menjadi bagian cair dan bagian padat. Bagian darah yang cair disebut plasma darah, dan bagian darah yang padat terdiri atas sel-sel darah.

Plasma Darah
Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke seluruh tubuh, urea dari hati ke ginjal, dan hormon dari kelenjar endokrin ke seluruh tubuh, plas,a darah tersusun dari 91% air dan 9% zat terlarut. Zat terlarut terdiri atas protein plasma, garam mineral, enzim, hormon, gas, dan zat organik lain. Plasma darah menyusun 55% dari keseluruhan darah.

Bagian plasma darah yang berperan dalam sistem kekebalan disebut serum. Serum mengandung berbagai antibodi. Protein yang ada dalam plasma, di antaranya :
  • Albumin, untuk menjaga tekanan osmotik darah.
  • Globullin, berfungsi untuk membentuk antibodi.
  • Fibnogen, berfungsi untuk pembekuan darah.

Sel-sel Darah
Sel darah merah mencaku 45% dar seluruh komponen darah. Ada tiga macam sel darah, diantaranya :
  • Sel darah merah (erittrosit)
    Berfungsi untuk mengangkut hemoglobin yang berperan sebagai pembawa oksigen dan karbon dioksida. Bentuknya bikonkaf dan tidak berinti, eritrosit yang rusak akan dirombak di dalam pipa.
  • Sel darah putih (leukosit)
    Berfungsi dalam sistem pertahanan tubuh dan kekebalan, yaitu menghancurkan mikrorrganisme dan zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Bentuknya tidak teratur dan memiliki inti.
  • Keping darah (trombosit)
    Berperan dalam proses pembekuan darah ketika terjadi luka. Bentuknya bult atau lonjong dan tidak berinti. Trombosit akan mudah pecah jika keluar dari pembuluh darah atau bersentuhan dengan benda yang permukaannya kasar. Jika terjadi luka, darah akan keluar dan tromposit pecah, ada benang-benang halus yang dapat menghentikan pendarahan dan menutup luka yang disebut fibrin.

D. Golongan Darah

Seorang ahli Austria bernama Karl Landsteiner (186-1943), menemukan cara penggolongan darah dengan sistem ABO. Penggolongan darah tersebut didasarkan pada kandungan aglutinogen (antigen pada membran eritrisit) dan aglitinin (antibodi di dalam plasma darah).

Aglutinogen adalah protein dalam sel darah merah yang dapat digumpalkan oleh aglutinin. Sedangkan aglutinin sendiri adalah protein di dalam plasma darah yang menggumpalkan aglutinogen.

Golongan darah menurut sistem ABO sebagai berikut ;

Golongan Darah Aglutinogen Aglutinin
A A
B B
AB A dan B -
O - dan
  • Golongan darah A, terbentuk jika sel darah merahnya hanya mengandung aglutinogen A.
  • Golongan darah B, terbentuk jika sel darah merahnya hanya mengandung aglutinogen B
  • Golongan darah AB, terbentuk jika sel darah merahnya mengandung aglutinogen A dan B. Golongan darah AB disebut juga resipien universal karena dapat menerima sumbangan dara dari semua golongan darah.
  • Golongan darah O, terbentuk jika sel darah merahnya tidak mengandung aglutinogen A maupun aglutinogen B, melainkan mengandung aglutinin
(anti A) dan aglutinin (anti B). Golongan darah O disebut juga donor universal karena dapat memberikan darahnya pada semua golongan darah. Donor adalah orang yang memberi darahnya kepada orang lain, sedangkan resipen adalah orang yang menerima darah dari orang lain.

E. Gangguan Pada Sistem Peredaran Darah

Gangguan pada sistem peredaran darah biasanya disebabkan karena pola hidup yang kurang sehat, kerusakan organ, dan faktor keturunan, berikut ini beberapa gangguan pada sistem peredaran darah manusia, di antaranya :
  • Anemia, gangguan pada tubuh yang disebabkan karena kekurangan hemoglobin atau sel darah merah.
  • Leukositosis, gangguan jika kadar leukosit lebih dari 10.000/mm3 darah.
  • Leukopenia, gangguan jika kadar leukosit kurang dari 4.000/mm3 darah.
  • Leokimia (kangker darah), gangguan yang disebabkan oleh kadar leukosit yang di atas 200.000/mm3 darah.
  • Tekanan darah rendah (Hipotensi), gangguan karena keadaan tekanan darah di bawah normal, Gejala hipotensi adalah lesu, pusing, dan gangguan pengelihatan, bahkan sampai pingsan.
  • Tekanan darah tinggi (Hipertensi), gangguan yang disebabkan oleh keadaan tekanan darah yang melebihi tekanan normal. Penyebabnya adalah faktor keturunan, nikotin, stress, obesitas, kurang olahraga, kelebihan obat-obatan.
  • Serangan jantung, ditandai dengan sakit pada bagian dada, gelisah, pucat, kulit sering terasa dingin, faktor penyebab meningkatnya resiko terkena serangan jantung adalah tekanan darah tinggi, kadar kolestrol tinggi, kegemukan, diabetes melitus, merokok, dan kurang olah raga.
  • Varies, adalah pelebaran pembuluh vena terutama di bagian kaki. Varies sering terjadi karena beban vena yang bertambah akibat terlalu banyak berdiri dan kehamilan, atau disebabkan kerusakan pada katup vena sejak lahir.
Demikianlah artikel Sistem Peredaran Darah Manusia, Jantung, Sel-sel Darah, Golongan Darah, dan Gangguan Peredaran Darah IPA SMP Lengkap, semoga dapat bermanfaat bagi sobat semua, jika sobat masih ingin belajar dengan materi yang lain silakan sobat klik klik Materi IPA di menu atas, jika sobat ingin belajar dengan menggunakan soal silakan sobat klik Contoh Soal IPA di menu atas, sekian saja dari saya apabila ada kesalahan kata atau kalimat saya mohon maaf, terimakasih sudah berkunjung dan sampai bertemu di kesempatan berikutnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sistem Peredaran Darah Manusia, Jantung, Sel-sel Darah, Golongan Darah, dan Gangguan Peredaran Darah IPA SMP Lengkap