Materi Bahan Kimia dalam Kehidupan IPA SMP Lengkap

Hallo sobat pembaca pelajaransmp.com, kali ini saya akan menjelaskan materi bahan kimia dalam kehidupan, tujuan saya menulis artikel ini untuk membagikan wawasan atau berbagi ilmu dengan sobat-sobat semua, karena saya percaya jika ilmu yang kita punya dibagikan tidak akan berkurang dan justru akan bertambah.

Materi Bahan Kimia dalam Kehidupan IPA SMP Lengkap, Memang pada dasarnya saya sendiri sangat hobi dengan membaca dan menulis, untuk itu saya isi waktu luang saya untuk menulis di blog pelajaransmp.com, artikel ini sengaja saya ringkas dengan harapan semoga mudah di pahami dan di mengerti, semoga tidak mengecewakan dan selamat belajar.!

Materi Bahan Kimia dalam Kehidupan IPA SMP Lengkap

BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN

A. Bahan Kimia Dalam Rumah Tangga

Bahan kima dalam rumah tangga dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu pembersih, pemutih, pewangi, dan pembasmi serangga.

1. Pembersih
Pemutih berfungsi untuk membersihkan berbagai benda di rumah tangga dari kotoran. Ada beberapa jenis bahan kima yang digunakan sebagai pembersih, misalnya pembersih badan atau sabun mandi, Pembersih rambut atau sampo, pembersih motor dan mobil, pembersih lantai, pembersih piring, serta pembersih pakaian. Pembersih dikenal juga sebagai deterjen.deterjen berfungsi untuk melarutkan minyak atau lemak yang tidak larut dengan air, sehingga membutuhkan suatu zat yang dapat membantu melarutkan minyak dan lemak dalam air yaitu menggunakan deterjen.

Efek samping Penggunaan bahan pembersih sebagai berikut:
  • bahan kimia pada pembersih jika terkena mata akan menyebabkan iritasi
  • limbah deterjen sulit diuraikan oleh mikroorganisme sehingga dapat tetap aktif dalam waktu yang lama
  • fenol atau senyawa turunan benzena dalam pembersih bersifat karsinogenik (pembentuk sel kanker)
  • Deterjen mengandung fosfat yang dapat merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok sehingga dapat mengganggu ekosistem air
2. Pemutih
Pemutih berfungsi untuk memutihkan pakaian putih yang terkena noda dan susah dibersihkan oleh pembersih biasa. Selain untuk memutihkan pakaian ada juga pemutih yang digunakan untuk memutihkan wajah dan tubuh. Bahan kimia yang terdapat dalam pemutih adalah natrium hipoklorit (NaclO) dan kalsium hipoklorit (Ca(ClO)2 ).

Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pemutih sebagai berikut :
  • melunturkan pakaian berwarna.
  • merusak bahan-bahan yang terdapat dari kain sutra wol dan bahan kulit.
  • Menyebabkan karat pada logam.
  • Jika bercampur dengan bahan pembersih lain akan menghasilkan gas klorin yang dapat mengganggu saluran pernapasan
3. Pewangi
Pewangi merupakan bahan kimia yang erat kaitanya dengan kehidupan kita sehari-hari. Dapat memperoleh bahan pewangi dari bahan alam maupun sintetik. Bahan pewangi alami yang sudah kita kenal diantaranya diperoleh dari daun kayu putih, kulit kayu manis, batang kayu cendana, bunga kenanga, bunga melati, dan buah pala. Bahan pewangi sintetik biasanya dipakai dalam berbagai pewangi atau parfum dalam kemasan. Selain zat yang menimbulkan aroma wangi, pewangi yang dijual di pasaran biasanya mengandung zat-zat lain, seperti alkohol untuk pewangi yang berbentuk cair dan tawas untuk pewangi yang berbentuk padat.

Bahan pewangi sering ditambahkan dalam kosmetik, sabun, detergen, sampo, pengharum ruangan, dan sebagainya. Bahan kimia yang digunakan sebagai bahan pewangi Biasanya berupa senyawa Ester. Selain itu dalam bahan pewangi sering ditambahkan zat seperti aseton, benzaldehina, benzil asetat, benzil alkohol, dan lain-lain. Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pewangi sebagai berikut :
  • Aseton dapat menyebabkan kekeringan mulut dan tenggorokan, kerusakan pita suara, dan depresi.
  • Benzaldehida memiliki efek narkotika dan menyebabkan iritasi pada kulit, mata, mulut, dan tenggorokan.
  • Benzil asetat bersifat karsinogenik.
  • Benzil alkohol menyebabkan ritasi saluran pernapasan atas dan penurunan tekanan darah.
4. Pembasmi Serangga
Pembasmi serangga ada yang disebut juga insektisida berfungsi untuk membunuh serangga yang mengganggu dan merugikan manusia. Bahan kimia yang biasa digunakan dalam membasmi serangga adalah propoksur, transflutrin, esbiotrin, basudin, basminon, tiodan, dan permaterin.

Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan insektisida :
  • Menyebabkan pencemaran lingkungan.
  • Bahan yang terkandung dalam pembasmu serangga beracun bagi makhluk hidup bahkan manusia.
  • Penggunaan yang tidak benar dapat membunuh organisme lain yang sebenarnya bermanfaat bagi kehidupan manusia.

B. Bahan Kimia Dalam Makanan

Bahan kimia yang ditambahkan ke dalam makanan dengan tujuan agar makanan terasa lebih lezat, lebih menarik, dan lebih tahan lama disebut zat aditif. Zat aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan ke dalam makanan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas makanan, menambah kelezatan dan mengawetkan makanan. Jenis zat aditif pada makanan dapat dikelompokkan menjadi bahan pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap.

1. Pewarna
Brian warna pada makanan umumnya bertujuan agar makanan terlihat lebih segar dan menarik sehingga menimbulkan selera orang untuk memakannya. Zat pewarna yang biasa digunakan sebagai zat aditif pada makanan adalah :
  • Zat pewarna alami, dibuat dari ekstrak bagian-bagian tumbuhan tertentu,misalnya warna hijau terbuat dari daun pandan atau daun suji, warna kuning dari kunyit dan wortel, serta warna merah dari cabai dan strawberry.
  • Zat pewarna sintetik, dibuat dari bahan-bahan kimia. Dibandingkan dengan pewarna alami, pewarna sintetik memiliki kelebihan, yaitu memiliki warna yang lebih banyak, mudah disimpan, dan lebih tahan lama, namun belum tentu semua zat pewarna tersebut cocok dipakai sebagai zat aditif pada makanan dan minuman. Perlu diketahui bahwa zat pewarna sintetik yang bukan untuk makanan dan minuman (pewarna tekstil) dapat membahayakan kesehatan apabila masuk ke dalam tubuh kerena bersifat karsinogenik (penyebab penyakit kanker).
Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pewarna sintetis dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti kangker.

2. Pemanis
Zat pemanis berfungsi untuk menambah rasa manis pada makanan dan minuman. Zat pemanis dapat dikelompokkan dua, yaitu :
  • Zat pemanis alami. Pemanis ini dapat diperoleh dari tumbuhan, seperti kelapa, tebu, dan aren. Selain itu, zat pemanis alami dapat pula diperoleh dari buah-buahan dan madu. Zat pemais alami berfungsi juga sebagai sumber energi.
  • Zat pemanis buatan atau sinteti, Pemanis buatan tidak dapat dicerna oleh tubuh manusia sehingga tidak berfungsi sebagai sumber energi. Contohn pemanis sintetik, yaitu sakarin, natrium siklamat, magnesium siklamat, kalsium siklamat, aspartam, dan dulsin.
Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan bahan pemanis sebagai berikut.
  • Konsumsi gula yang berlebihan dapat mengakibatkan obesitas dan penyakit diabetes.
  • Pemanis buatan atau sintesis bersifat sapat menyebabkan kanker.
3. Pengawet
Zat pengawet adalah zat-zat yang sengaja ditambahkan pada bahan makanan dan minuman agar makanan dan minuman tersebut tetap segar, bau dan rasanya tidak berubah, atau melindungi makanan dari kerusakan akibat membusuk atau terkena bakteri/jamur. Zat pengawet dapat dikelompokkan menjadi zat pengawet alami dan pengawet buatan :
  • Pengawet alami, seperti garam untuk mengawetkan ikan dan gula untuk mengawetkan buah.
  • Pengawet sintetis, seperti natrium benzoat untuk mengawetkan jus buah dan asam propinat untuk mengawetkan roti dan kue kering.
Efek samping yang ditimbulkan dari penggunaan bahan pengawet sebagai berikut :
  • Dapat menyebabkan keracunan.
  • Penggunaan pengawet berlebih dapat menyebabkan alergi, iritasi lambung, dan saluran pencernaan.
  • Penyalahgunaan pengawet seperti boraks dan formalin yang seharusnya bukan untuk makanan dan minuman dapat menyebabkan kanker bahkan kema-tian
4. Penyedap
Penyedap merupakan bahan yang ditambahkan pada makanan agar menambah cita rasa makanan supaya lebih sedap. Tujuan ditambahkannya penyedap adalah untuk menambah cita rasa makanan, mengembalikan cita rasa makanan yang mungkin hilang saat pemprosesan dan memberi cita rasa tertentu pada makanan. Bahan penyedap berasal dari bahan penyedap alami dan pahan penyedap sintetis.
  • Penyedap alami berasal dari garam, gula, dan rempah-rempah atau bumbu dapur yang biasa digunakan dalam masakan.
  • Penyedap sintetis yang saat ini banyak digunakan adalah MSG (Monosodium Glutamat).
Efek samping yang dapat ditimbulkan dari penggunaan bahan penyedap sebagai berikut :
  • Penggunaan MSG yang berlebih dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti kesemutan pada leher dan punggung, wajah berkeringat, sesak dada bagian bawah, dan pusing.
  • Konsumsi MSG berlebihan dan perkepanjangan juga dapat menyebabkan penyakit kanker.

C. Bahan Kima Dalam Industri, Pertanuan, dan Kesehatan

1. Bahan Kimia dalam Cat
Cat adalah suspensi dari padatan yang terdispersi dalam suatu cairan. Cat berfungsi sebagai berikut :
  • Melindungi permukaan benda dari karat dan jamur.
  • Pelapis tipis, baik yang tidak tembus cahaya maupun transparan.
  • Keindahan atau keperluan dekoratif.
Bahan kimia yang terkandung dalam cat adalah :
  • Medium pendispersi, berfungsi menguraikan pigmen dari cat. Bahan yang digunakan adalah minyak terpentin.
  • Pigmen, bahan tidak tembus cahaya yang ada dalam cat.
  • Zat pengisi, untuk menambah daya tahan pigmen. Bahan yang digunakan adalah talk dan arium sulfat.
  • Tiner, membantu terjadinya permukaan yang licin pada proses pengecatan. Bahan yang digunakan adalah benzena dan naftalena.
  • Pengering, zat yang membantu proses pengeringan. Merupaan senyawa logam.
2. Bahan Kimia dalam Pupuk
Pupuk merupakan bahan yang diberikan pada tanaman untuk menambah kesuburan tanah dan mengganti unsur yang hilang terbawa air atau terbawa saat panen. Ada dua jenis pupuk, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Keduanya mengandung unsur hara yang diperlukan oleh tanaman, yaitu nitrogen, fosfor, kalium, dan kalsium. Pupuk organik berasal dari bahan-bahan alam seperti tmbuhan dan hewan, misalnya pupuk kandang dan pupuk kompos.

Pupuk organik yang digunakan terus-menerus akan memperbaiki kualitas tanah dan tidak meninggalkan residu pada hasil tanaman sehingga aman bagi manusia. Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah pupuk yang diperoleh dari hasil olahan industri pupuk.

3. Bahan Kimia dalam Pestisida
Pestisida adalah bahan kimia yang biasa digunakan untuk membasmi berbagai hama. Berikut beberapa enis pestisida berdasarkan fungsinya dan kandungan bahan kimianya :
  • Insektisida, untuk mengendalikan serangga. Mengandung transflutrin, esbiotrin, dan propoksur.
  • Fungisida, untuk mengendalikan jamur. Mengandung arsen pentoksida.
  • Herbisida, untuk mengendalikan gulma. Mengandung paraquat.
  • Bakterisida, untuk mengendalikan bakteri. Mengandung tetramycin.
  • Rodentisida, untuk mengendalikan tikus. Mengandung zink fosfida, kumaklor, dan kumarin.
Efek yang dapat ditimbulkan dari penggunaan pestisida secara berlebihan sebagai berikut :
  • Merusak lingkungan
  • Mengganggu kesehatan manusia
  • Membunuh hewan lain sebagai objek tetapi bukan sasaran
4. Bahan Kimia dalam Obat
Berikut ini adalah beberapda jenis obat dengan kandungan bahan kimia didalamnya.
  • Penghilang rasa sakit, berfungsi menghilangkan rasa sakit dan mengurangi demam. Bahan kimia yang terkandung adalah aspirin (asam asetil silisilat).
  • Antihistamin, berfungsi menyembuhkan alergi, bahan kimia yang terkandung prometazin
  • Analgetik-antipiretik, fungsi mengurangi rasa sakit tanpa menghilangkan kesadaran menurunkan suhu tubuh yang tinggi. Bahan kimia yang terkandung adalah aceminophenum.
  • Anestetik, berfungsi sebagai penghilang rasa. Kimia yang terkandung adalah kloroform dan klorobutanolum.
  • Antasid, berfungsi menetralkan asam lambung. Kimia yang terkandung dalam magnesium hidroksida dan aluminium hidroksida

D. Zat Adiktif dan Psikotropika

Zat adiktif adalah istilah untuk zat-zat yang pemakainnya dapat menimbulkan ketergantungan fisik yang kuat dan ketergantungan psikologis yang panjang bagi penggunaanya. Zat adiktif atau yang dikelal Narko-ba (Narkoti-ka dan obat-obatan terlarang) atau ada juga yang menyebut Napza (Narkoti-ka, psikotropika, dan zat adiktif lainnya). Narkoti-ka adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman yang dapat menyebabkan penurunan atau peubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri, dan menimbulkan ketergentungan. Golongan narkoti-ka adalah tanaan papaver, opinum, morfin, kokain, ekgonin, tanaman ganja, dan damar ganja.

Narkoti-ka menurut tujuan penggunaan dan tingkatan resiko ketergantungannya terbagi dalam 3 golongan, yaitu :
  • Golongan I, narkoti-ka hanya digunaka untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta memiliki potensi sangat tinggi untuk mengakibatkan sindrom ketergantungan.
  • Golongan II, narkoti-ka untuk pengobatan yang digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta memiliki potensi kuat untuk mengakibatkan sindrom ketergantungan.
  • Golongan III, narkoti-ka untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan.
Psikotropika adalah zat atau obat yang bukan narkotika, tetapi berkhasiat psikoaktif yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan prilaku. Zat golongan psikotropika adalah sedatin, rohypnol, megadon, valium, mandarax, amfetamin, ekstasi, shabu-shabu, dan LSD. Psikotropika menurut tujuan penggunaan dan tingkatan resiko ketergantungannya terbagi dalam 4 golongan, yaitu :
  • Golongan I, psikotropika yang hanya digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi serta memiliki potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan.
  • Golongan II, psikotropika yang berkhasiat sebagai obat dan dapat digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu pengetahuan serta memiliki potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergentungan.
  • Golongan III, psikotropika yang berkhasiat sebagai obat dan banyak digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu pengetahuan serta memiliki ptensi sedang mengakibatkan sindrom ketergantungan.
  • Golongan IV, psokotropika yang berkhasiat sebagai obat san sangat luas digunakan dalam terapi dan tujuan ilmu pengetahuan serta memiliki potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan.
1. Rokok
Rokok terbuat dari daun tembakau yang megandung bahan psikoaktif yang biasa disebut nikotin. Nikotin merupakan zat kimia perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah serta membuat kecanduan. Bahan-bahan kimia yang terdapat dalam rokok antara lain nikotin, karbon monoksida, senyawa kimia dalam tar, senyawa golongan alkohol, dan senyawa golongan amina. Dampak penggunaan roko sebagai berikut :
  • Kanker saluran pernapasan dan paru-paru
  • Penyempitan pembuluh darah
  • Penyakit jantung koroner
  • Naiknya kadar gula darah
  • Kerusakan sel reproduksi pria dan wanita sehingga menyebabkan impotensi dan kemandulan
  • Naiknya kadar lemak
  • Meningkatkan kemungkinan bayi lahir prematur
2. Minuman Keras [Beralkohol]
Minuman keras adlah seluruh jenis minuman yang mengandung alkohol. Alkohol dapat menyebabkan timbulnya rasa ketagihan dan ketergantungan sehingga dapat merusak kesehatan jasmani dan rohani. Alkohol dapat menekan aktivitas susunan saraf. Dalam bidang kedokteran alkohol berfungsi sebagai depresan. Kadar alkohol dalam minuman karas dibagi menjadi beberapa golongan sebagai berikut :
  • Golongan A, kadar alkohol 1-5% Contoh : bir
  • Golongan B, kadar alkohol 5-20% Contoh : anggur dan whiskey
  • Golongan C, kadar alkohol 20-45% Contoh : brandy dan arak
Dampak minuman keras sebagai berikut :
  • Menekan aktifitas susunan saraf pusat.
  • Pada dosis yang lebih tinggi akan menyebabkan sempoyongan, agresif, dan cenderung selalu melawan orang lain.
  • Wanita hamil yang mngkomsumsi alkohol akan menyebabkan bayi cacat dan lahir prematur.
  • Pada dosis rendah, alkohol akan menekan pusat pengenndalian berbicara, merasa santai, dan tidak cemas.
3. Morfin
Morfin berasal dari tanaman opinum atau candu. Morfin pertama kali diisolasi dari getah opium pada tahun 1905 oleh Fridrich seturner untuk menghilangkan rasa sakit karena luka. Morfin bersifat penahan nyeri, tidak berbau, dan dalam bidang kedokteran digunakan sebagai obat penenang atau penghilang rasa sakit.

Dampak penyalahgunaan morfin sebagai berikut :
  • Menekan pusat pernapasan
  • Mengganggu siklus menstruasi
  • Menyebabkan impotensi
  • Mengakibatkan kemati-an
4. Heroin
Heroin adalah senyawa turunan dari morfin yang dikenal dengan sebutan patau. Heroin biasanya terbentuk serbuk putih dan tidak digunakan di bidang kedokteran karena sangat mudah menimbulkan ketergantungan. Dampak penyalahgunaan heroin sebagai berikut :
  • Berkurangnya tingkat kesadaran
  • Menekan susunan saraf pusat
  • Tekanan darah rendah
  • Menhambat pernapasan
  • Penyempitan pupil
5. Ganja
Ganja adalah zat adiktif dari golongan kanabionoid. Ganja berasal dari daun, bunga, biji dan rating muda tanaman (Cannabis sativa). Di bidang kedokteran, ganja dimanfaatkan untuk kemoterapi pasien penderita kanker, karena bersifat menenangkan dan menghilangkan rasa sakit. Ganja seringkali disalah gunakan dengan cara dihisap sebagai rokok atau dikunyah, dan dipakai dalam bentuk rokok lintingan, campuran tembakai, atau damar ganja.

Tanda-tanda pengguna ganja, yaitu gembira dan sering tertawa tanpa sebab, santai dan lemah, banyak bicara sendiri, pengendalian diri menurun, menguap atau mengantuk tapi sukar tidur, mata merah dan tidak tahan terhadap cahaya. Dampak penyalahgunaan ganja sebagai berikut :
  • meningkatkan kepekaan terhadap rasa sakit
  • gerak tubuh tidak teratur dan kehilangan kontrol diri
  • nafas dan denyut nadi tidak teratur
  • denyut jantung lebih cepat
  • daya pikir menurun
  • rasa ketakutan lebih kuat
  • gerakan mata cepat tanpa disengaja
  • mendapatkan Guan jiwa
6. Kokain
Kokain merupakan hasil ekstraksi daun tanaman koka (Erythroxylum coca). Dalam bidang kedokteran, koka yang dipakai sebagai anaestetik (obat bius). Kokain memiliki efek merangsang jaringan otak bagian Sentral (pusat). kokain sering disalahgunakan dengan cara ditelan, disuntik, atau diisap sebagai rokok. Dampak penyalahgunaan kokain sebagai berikut
  • membuat tekanan darah naik.
  • membuat kesadaran berkurang.
  • menimbulkan gangguan jiwa dengan gejala halusinasi penglihatan dan pendengaran serta mudah curiga.
  • berhentinya pernapasan yang mengakibatkan kemati-an.
7. Amfetamin
Amfetamin adalah zat psikotropika yang merupakan stimulan susunan saraf pusat. Di bidang kedokteran, amfetamin digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti depresi, parkison, skizofrenia, dan tekanan darah rendah. Amfetamin juga digunakan untuk terapi obesitas apa kegemukan dan digunakan oleh para atlet olahraga sebagai doping. Dampak penyalahgunaan amfetamin sebagai berikut :
  • menimbulkan ketergantungan
  • mengakibatkan depresi
  • gerakan motorik lamban
  • lemas sehingga ingin selalu tidur
8. Shabu-shabu
shabu-shabu atau metafetamin merupakan zat kimia turunan amfetamin. shabu-shabu bentuknya kristal tidak berbau, tidak berwarna, dan mudah larut dalam air. Shabu-shabu memiliki efek yang keras terhadap susunan saraf, efek yang ditimbulkan lebih hebat dan lebih cepat dibandingkan ekstasi. Dampak penyalahgunaan shabu-shabu sebagai berikut:
  • Nafsu makan menurun
  • Timbul perasaan bugar, percaya diri, dan gembira
  • Muncul halusinasi
  • Kerusakan organ dalam
  • Mengakibatkan kemati-an
9. Ekstasi
Ekstasi adalah kimia turunan amfetamin yang memiliki reaksi atau efek lebih kuat dari amfetamin. Ekspresi disebut juga pil setan, karena pengaruhnya dapat merusak sistem saraf pusat dan sel-sel otak. Dampak penyalahgunaan ekstasi sebagai berikut :
  • Detak jantung tidak normal
  • Tubuh gemetar dan sering keluar keringa dingin
  • Timbul perasaan gembira yang berlebih da menjadi lebih terbuka kepada orang lain
  • Menyebabkan kemati-an
Demikianlah artikel Materi Bahan Kimia dalam Kehidupan IPA SMP Lengkap, semoga dapat bermanfaat bagi sobat semua, jika sobat masih ingin belajar dengan materi yang lain silakan sobat klik klik Materi IPA di menu atas, jika sobat ingin belajar dengan menggunakan soal silakan sobat klik Contoh Soal IPA di menu atas, sekian saja dari saya apabila ada kesalahan kata atau kalimat saya mohon maaf, terimakasih sudah berkunjung dan sampai bertemu di kesempatan berikutnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Materi Bahan Kimia dalam Kehidupan IPA SMP Lengkap