Materi Kelangsungan Hidup Organisme IPA SMP Lengkap

Hallo sobat pembaca pelajaransmp.com, kali ini saya akan menjelaskan materi kelangsungan hidup organisme, tujuan saya menulis artikel ini untuk membagikan wawasan atau berbagi ilmu dengan sobat-sobat semua, karena saya percaya jika ilmu yang kita punya dibagikan tidak akan berkurang dan justru akan bertambah.

Materi Kelangsungan Hidup Organisme IPA SMP Lengkap, Memang pada dasarnya saya sendiri sangat hobi dengan membaca dan menulis, untuk itu saya isi waktu luang saya untuk menulis di blog pelajaransmp.com, artikel ini sengaja saya ringkas dengan harapan semoga mudah di pahami dan di mengerti, semoga tidak mengecewakan dan selamat belajar.!

Materi Kelangsungan Hidup Organisme IPA SMP Lengkap

KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME

Kelangsunga hidup organisme dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi terhadap lingkunagn, seleksi alam, dan perkembangbiakan.

A. Adaptasi

Adaptasi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya, Ada beberapa cara penyesuaian diri yang dapat dilakukan, yaitu dengan cara penyesuaian bentuk organ tubuh, dan tingkah laku dalam menanggapi perubahan lingkungan. Dari pengertian adaptasi tersebut, ada tiga macam bentuk adaptasi, yaitu adaptasi morfologi, fisiologi, dan tingkah laku.

1. Adaptasi Morfologi
Adaptasi morfologi adalah penyesuaian makhluk hidup melalui perbahan bentuk organ tubuh yang berlangsung sangat lama untuk kelangsungan hidupnya, Adaptasi ini sangat mudah dikenali dan mudah diamati karena tampak dari luar. Hewan dapat melakukan beragam adaptasi morfologi untuk menyesuaikan diri dengan tempat hidup dan jenis makanannya dengan tujuan untuk bertahan hidup.

Adaptasi morfologi berupa penyusaian tubuh hewan seperti ukuran dan bentuk gigi, penutup tubuh, dan alat gerak hewan. Gigi sesuai dengan jenis makanannya, sehingga gigi hewan pemakan daging berbeda dengan hewan pemakan tumbuhan. Penutup tubuh seperti kulit, duri, sisik, dan bulu yang tumbuh dikulit disesuaikan dengan kondisi lingkungannya sehingga dapat membantu hewan tetap bertahan hidup. Contoh yang lain adalah bentuk paruh dan kaki burung yang disesuaikan dengan jenis makanan dan tempat hidupnya.

Selain hewan, tumbuhan juga beradaptasi terhadap lingkungannya melalui bentuk tubuhnya, di antaranya sebagai berikut :
  • Tumbuhan xerofit, yaitu tumbuhn yang hidup di lingkungan kering. Tumbuhan zerofit memiliki struktur fisik yang sesuai untuk bertahan hidup pada suhu ekstrim padan dan kekurangan air. Bentuk adaptasinya terlihat pada bentuk daun yang berupa duri dan tidak berbentuk lembaran dan seluruh permukaannya dilapisi lilin untuk mengurangi penguapan. Contohnya : kaktus.
  • Tumbuhan hidrofit, yaitu tumbuhan yang hidup di air. Adaptasinya dengan memiliki rongga udara di antara sel-sel tubuhnya sehingga dapat mengapung, daunnya lebar, dan stomata terletak di permukaan atas. Contohnya : teratai, eceng gondok, dan kangkung.
  • Tumbuhan higrofit, yaitu tumbhan yang hidup di tempat lembap dan basah. Beradaptasi melalui bentuk daun yang relatif lebar dan tipis. Contohnya : lumut dan paku-pakuan.
2. Adaptasi Fisiologi
Adaptasi fisiologi adalah penyusaian diri makhluk hidup melalui fungsi organ-organ tubuh agar bisa bertahan hidup. Adaptasi fisiologi tidak begitu tampak sehingga lebih sulit mengenalinya karena berkaitan dengan organ tubuh bagian dalam. Beberapa contoh adaptasi fisiologi pada makhluk hidup sebagai berikut.
  • Tumbuhan manusia mampu menambah jumlah sel darah merah jika sedang berada di dataran tinggi untuk dapat mengikat oksigen yang lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan sel-sel tubuh, karena kadar oksigen di dataran tinggi relatif lebih tendah dari dataran rendah.
  • Hewan herbivora atau pemakan tumbuhan seperti sapi dan karbau dapat mencerna makanan di dalam lambung karena adanya enzim selulose yang membantu mencerna sel tumbuhan yang sulit dicerna.
  • Ikan air laut menghasilkan urine yang leih pekat dibandingkan dengan ikan air tawar. sehingga untuk mengurangi kepekatan cairan dalam tubuhnya, ikan laut mengeluarkan urine yang lebih pekat.
3. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah penyesuaian diri terhadap lingkungan dengan mengubah tingkah laku agar dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Beberapa contoh adaptasi tingkah laku pada makhluk hidup sebagai berikut :
  • Mimikri, yaitu perubahan warna kulit sesuai dengan keadaan lingkungannya sepertu yang dilakukan bunglon. Bunglon dapat mengubah warna kulitnya sesuai tempat ia berada untuk mengelabui musuh.
  • Autotomi, yaitu cara cicak mengelabui musuh dengan cara memutuskan ekornya dan ekornya tersebut tetap bergerak-gerak sehingga perhatian pemangsa akan tertuju pada ekornya dan ia akan segera melarikan diri.
  • Hibernasi, yaitu cara bertahan hidup pada musim dingin dengan cara tidur sepanjang musim dengan tujuan menghindari cuaca dingin, kekurangan makanan atau menghemat energi seperti yang dilakukan ular.
  • Estivasi, yaitu cara bertahan hidup pada musim panas dengan tujuan menghindari cuaca panas dan kekurangan air. Beberapa hewan seperti kelelawar dan lembur kerdil tidur di sepanjang musim panas. Beberapa tumbuhan juga bertahan hidup dengan berestivasi pada musim panas seperti pohon jati yang menggugurkan daunya dan tumbuhan jahe-jahean yang mengeringkan daunya pada musim kemarau.
  • Mamalia air seperti paus yang bernapas dengan paru-paru beradaptasi dengan cara muncul ke permukaan setiap saat untuk mengambil oksigen dan menyemburkan hasil oksidasi yang berupa karbondioksida dan uap air.

B. Seleksi Alam

Seleksi adalam adalah proses pemilihan atau penyeleksian yang dilakukan oleh alam terhadap makhluk hidup yang dapat beradaptasi karena adanya perubahan-perubahan alam. Seleksi adalam ditentukan oleh beberapa faktor sebagai berikut.

1. Suhu Lingkungan
Suhu lingkungan menjadi salah satu faktor penyeleksi karena pada makhluk hidup yang tidak dapat beradaptasi sesuai dengan suhu lingkunganya tidak akan bertahan hidup dan akan punah. Misalnya beruang kutub dapat bertahan hidup pada suhu yang sangat rendah karena memiliki bulu yang tebal dan lapisan lemak yang dapat menghangatkan tubuhnya.

2. Makanan
Makanan adalah kebutuhan primer setiap makhluk hidup. Oleh karena itu makanan menjadi faktor penyeleksi jika terjadi perebutan makanan. Makhluk hidup yang kuat akan mampu mempertahankan makanannya dan bertahan hidup, sebaliknya makhluk hidup yang lemah tidak akan bertahan dan punah.

3. Cahaya Matahari
Faktor cahaya matahari berhubungan denga penyeleksian tumbuhan tingkat tinggi yang berklorofil. Karena cahaya matahari digunakan untuk pembentukan makana pada tumbuhan agar bertahan hidup.

C. Perkembangan

1. Peranan Perkembangan
untuk kelangsungan hidupnya dan mempertahankan jenisnya agar tidak mengalami kepunahan, makhluk hidup melakukan berbagai cara dan salah satunya adalah berkembang biak. Berkembang biak adalah proses untuk menghasilkan keturunan dalam upaya melestarikan jenisnya. Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan berkembang biak untuk mempertahankan jenisnya, namum banyak hewan dan tumbuhan yang hampir mengalami kepunahan yang disebabkan beberapa faktor berikut :
  • Daya regenerasi rendah
  • Terdesak populasi lain
  • Gangguan manusia

2. Cara Perkembangbiakan
Perkembangbiaka makhluk hidup dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu perkembangbiakan secara vegetatif (aseksual) dan perkembangbiakan secara generatif (seksual).
Perkembangbiakan vegetatif
Perkembang biakan vegetatif adalah cara perkembangbiakan yang tidak diawali dengan adanya pertemuan antara sel kelamin jantan dan sel kelamin betina. Perkembangbiakan secara vegetatif dibedakan menjadi dua, yaitu vegetatif alami dan vegatatif buatan.
  • Vegetatif alami, terjadi jika berlangsung secara alamiah tenpa campur tangan manusia, Contohnya : pisang berkembang biak dengan tunas, bawang merah dan bawang putih berkembang biak dengan umbu lapis, jahe berkembang biak dengan rizoma, amoeba dan bakteri berkembang biak dengan cara membelah diri.
  • Vegetatif buatan, terjadi karena campur tangan manusia untuk membudidayakannya. Contohnya : mencangkok, stek, dan menyambung.
Perkembangbiakan Generatif
Perkembang biakan secara generatif adalah perkembangbiakan yang melibatkan sel kelamin atau terbentuknya individu baru yang didahului dengan pembuatan atau fertilisasi. Pembuahan adalah peleburan sel kelamin jantan dan sel kelamin betina yang kemudian menghasilkan zigot. Perkembangbiakan pada tumbuhan secara generatif didahului dengan peristiwa penyerbukan yang diiringi peristiwa pembuahan. Perkembangbiakan secara generatif antara lain :
  • Perkembang biakan dengan biji pada tumbuhan
  • Perkembangbiakan dengan cara bertelur (ovipar), contohnya pada unggas
  • Perkembangbiakan dengan cara beranak (vivipar), contohnya mamalia
  • Perkembangbiakan dengan cara bertelur beranak atau menghasilkan telur yang sudah berkembang di dalam tubuh induknya (ovivipar), contohnya reptil seperti ular dan kadal
Demikianlah artikel Materi Kelangsungan Hidup Organisme IPA SMP Lengkap, semoga dapat bermanfaat bagi sobat semua, jika sobat masih ingin belajar dengan materi yang lain silakan sobat klik klik Materi IPA di menu atas, jika sobat ingin belajar dengan menggunakan soal silakan sobat klik Contoh Soal IPA di menu atas, sekian saja dari saya apabila ada kesalahan kata atau kalimat saya mohon maaf, terimakasih sudah berkunjung dan sampai bertemu di kesempatan berikutnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Materi Kelangsungan Hidup Organisme IPA SMP Lengkap