Materi Sistem Indra pada Manusia, Mata, Telinga, Hidung, Lidah, Kulit, dan Gangguan pada Sistem Indra IPA SMP Lengkap

Hallo sobat pembaca pelajaransmp.com, pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan materi sistem indra pada manusia, dan pada kesempatan berikutnya saya akan memberikan sepuluh contoh soal beserta pembahasannya dan tiga puluh soal beserta kunci jawabannya.

Materi Sistem Indra pada Manusia, Mata, Telinga, Hidung, Lidah, Kulit, dan Gangguan pada Sistem Indra IPA SMP Lengkap, Memang pada dasarnya saya sendiri sangat hobi dengan membaca dan menulis, untuk itu saya isi waktu luang saya untuk menulis di blog pelajaransmp.com, artikel ini sengaja saya ringkas dengan harapan semoga mudah di pahami dan di mengerti, semoga tidak mengecewakan dan selamat belajar.!

SISTEM INDRA PADA MANUSIA

A. Definisi

Sistem indra berfungsi sebagai penerima, pengolah, dan pemberi tanggapan terhadap rangsang. Manusia memiliki lima buah indra yang disebut pancaindra, masing-masing indra memiliki alat indra tersendiri. Lima alat indra pada manusia adalah indra pengelihatan (mata), indra pendengar (telinga), indra pembau (hidung), indra pengecap (lidah), dan indra peraba (kulit).

B. Mata [Indra Pengelihatan]

Materi Sistem Indra pada Manusia, Mata, Telinga, Hidung, Lidah, Kulit, dan Gangguan pada Sistem Indra IPA SMP Lengkap

Mata merupakan alat indra yang berfungsi untuk menerima rangsang berupa cahaya. Mata terletak di dalam rongga mata yang dilindungi oleh tulang-tulang tengkorak. Dari luar, mata juga di lindungi oleh :
  1. Kelopak mata, berfungsi untuk melindungi mata dari debu atau sentuhan benda.
  2. Bulu mata, berfungsi untuk melindungi mata dari cahaya yang menyilaukan.
  3. Alis, berfungsi untuk melindungi mata dari aliran keringat dan air hujan ketika kehujanan.
  4. Air mata, berfungsi menjaga kelembapan mata dan membersihkan mata dari debu dan bakteri.
Mata terbagi menadi tiga bagian utama, yaitu :
1. Jaringan penunjang mata
Bagian mata yang termasuk pada jaringan penunjang mata adalah kelopak mata dan air mata.
  • Kelopak mata berfungsi untuk melindungi bola mata dari sinar matahari dan kotoran-kotoran dari luar seperti debu dan untuk menjaga mata agar tetap bersih. Kelopak mata tersusun oleh kulit elastis, otot yang berfungsi untuk membuka dan menutup mata, tersus, konjungtiva tarsalis, kelenjar meibom, kelenjar zeis, dan kelenjar moll.
  • Kelenjar air mata berfungsi untuk menjaga bola mata agar tidak kering, membersihkan permukaan bola mata dari kotoran, dan membunuh kuman yang masuk ke rongga mata.
2. Bola mata
Susunan bola mata sebagai berikut :
  • Konjungtiva, bagian terluar dari bola mata yang memiliki pembuluh darah.
  • Kornea, bagian bola mata yang berwarna bening dan dapat ditembus cahaya.
  • Iris, bagian bilik mata depan yang memiliki pembuluh darah dan terletak diantara lensa dan kornea mata.
  • Pupil, lubang di tengah iris yang berfungsi sebagai pengatur jumlah sinar yang masuk ke mata. Pupil membesar pada saat gelap dan mengecil pada saat terang.
  • Lensa, untuk akomodasi dan pusat pembiasan. Lapisan lensa mata adalah transparan.
  • Retina atau selaput jala, untuk menangkap bayangan benda.
3. Tulang orbita
Tulang orbita berisi bola mata, enam pasang otot mata, selaput pembungkus, pembuluh darah, saraf, dan jaringan lemak. Mata terdiri atas tiga lapisan sebagai berikut :
  • Lapisan sklera (selaput putih), yaitu lapisan paling luar yang berfungsi menerima cahaya.
  • Lapisan koroid (selaput hitam), yaitu lapisan di bawah sklera yang berfungsi menghentikan refleksi cahaya yang menyimpang di dalam mata.
  • Retina (selaput pelangi), yaitu lapisan mata paling dalam yang dalamnya terdapat bintik kuning (lapisan paling peka terhadap cahaya) dan bintik buta (tempat keluarnya saraf mata).
Cara kerja mata sebagai berikut :
  • Cahaya yang dipantulkan benda masuk melalui lensa mata menuju retina.
  • Akomodasi lensa mata dapat menyebabkan benda pada jarak yang berbeda-beda terfokus pada retina.
  • Bayangan yang jath di retina bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil.
  • Bayangan tersebut oleh impuls sensorik diubah dan dibawa saraf optikus menuju pusat pengelihatan di otak.
  • Di otak, bayangan diterjemahkan menjadi seperti aslinya.

C. Telinga [Indra Pendengar]

Telinga merupakan alat indra yang berfungsi untuk menerima rangsang getaran bunyi dan tepat beradanya indra keseimbangan. Telinga manusia tersusun atas tiga bagian sebagai berikut :

Telinga Luar
Telinga luar terdiri atas daun telinga dan lubang telinga.
  1. Daun telinga tersusun dari tulang rawan dan kulit. Daun telinga berfungsi untuk menangkap rangsangan berupa bunyi atau suara.
  2. Lubang telinga berbentuk S dengan sepertiga bagian luarnya tersusun dari tulang rawan dan sisanya di bagian dalam rangkanya terdiri atas tulang.
Telinga Tengah
Telinga tengah merupakan rongga kecil berisi udara, terletak di sebelah dalam membran timpani. Telinga tengah terdiri atas tulang-tulang pendengaran (martil, landasan, sanggurdi) dan saluran Eustachius. Yelinga tengah berfungsi untuk menjaga agar tekana udara di luar dan di dalam rongga telinga tetap seimbang.

Telinga Dalam
Telinga berperan dalam menerima rangsangan. Telinga dalam terdiri atas tingkap jorong dan tingkap bulat, saluran rumah siput (koklea) yang di dalamnya berisi ribuan sel rambut yang peka terhadap getaran, serta tiga saluran setengah lingkaran (kanalis semi sirkularis). Pada bagian koklea terdiri atas skala vistibula, skala timpani, dan skala media.

Cara Kerja Telinga
cara kerja telinga sebagai berikut :
  1. Daun telinga menerima getaran yang dialirkan melalui udara.
  2. Getaran tersebut dialirkan ke lubang telinga dan mengenai membran timpani sehingga membran bergetar.
  3. Getaran diteruskan ke tulang-tulang pendengaran dan stapes yang akan mendorong tingkap lonjong menggerakan perilimfa.
  4. Getaran menuju membran di skala media, sehingga endolimfa bergetar dan tingkap bundar terdorong ke arah luar.
  5. Getaran berubah dari rangsang fisik menjadi rangsang listrik pada skala media dan skala timpani.
  6. Getaran disampaikan ke otak untuk diterjemahkan.
  7. Frekuensi suara yang dapat ditengkap telinga manusia adalah 20 - 20.000 Hz (audiosonik).

D. Hidung [Indra Pembau]

Hidung adalah alat indra yang berperan dalam menerima rangsang bau berupa gas. Bagian hidung dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu : hidung luar dan Rongga hidung.
Hidung luar tersusun oleh kerangka tulang dan tulang rawan. Bentuk hidung luar seperti piramid yang dilapisi oleh kulit, jaringan ikat, dan otot kecil. Otot kecil berfungsi untuk melebarkan atau menyempitkan lubang hidung.

Rongga hidung berbentuk seperti teropong yang dipisahkan sekat. Di belakang lubang hidung depan terdapat vestibulum yang dilapisi kulit tempat kelenjar minyak dan rambut-rambut tubuh. Di rongga hidung bagian atas terletak sel-sel reseptor yang berfungsi untuk menerima rangsangan zat kimia berupa uap. Dari sel-sel reseptor tersebut rangsang dibawa oleh serabut saraf menuju pusat pembau di otak.

Fungsi hidung adalah sebagai berikut :
  1. Menerima rangsang bau
  2. Jalannya udara untuk bernapas
  3. Alat pengatur kelembapan dan temperatur udara
  4. Penyaring udara dari kotoran
  5. Memberikan refleks terhadap iritasi melalui bersin

E. Lidah [Indra Pengecap]

Lidah adalah alat indra yang berperan sebagai pengecap atau pengenal rasa serta menerima rangsang zat yang larut. Lidah terbentuk oleh jaringan otot yang ditutupi oleh selaput lendir yang selalu basah. Kelompok otot dalam lidah terdiri atas otot intrinsik yang berfungsi untuk melakukan gerakan halus, dan otot ekstrinsik yang berfungsi untuk melakukan gerakan kasar.

Di permukaan lidah terdapat tonjolan-tonjolan kecil yang disebut papila. Lidah berfungsi untuk mengatur letak makanan, membantu menelan makanan, berbicara, dan sebagai alat perasa makanan. Bagian lidah yang dapat mengecap rasa sebagai berikut :
  1. Pangkal lidah, untuk mengecap rasa pahit.
  2. Pinggir lidah, untuk mengecap rasa asam.
  3. Ujung lidah, untuk mengecap rasa manis dan asin.
  4. Derah tengah lidah, untuk mengecap keseluruhan rasa.

F. Kulit [Indra Peraba]

Kulit adalah indra yang berperan sebagai indra perasa dan peraba. Selain itu, kulit juga berfungsi sebagai alat ekskresi atau pengeluaran dan pengatur temperatur tubuh. Ujung-ujung saraf pada kulit peka terhadap sentuhan, tekanan, rasa sakit, dingin, panas, kasar, dan halus. Reseptor yang terdapat pada kulit, di antaranya adalah :
  1. Korpus meissner, terletak di dekat permukaan kulit, berfungsi untuk menerima rangsang sentugan/rabaan.
  2. Korpus pacini, terletak dibawah lapisan dermis, berfungsi menerima rangsang tekanan.
  3. Korpus ruffini, terletak dilapisan dermis, berfungsi untuk menerima rangsang panas.
  4. Korpus krause, terletak di lapisan dermis, berfungsi untuk menerima rangsang dingin.
  5. Ujung saraf tanpa selaput, peka terhadap rasa sakit/nyeri, letaknya di lapisan epidermis.

G. Gangguan Pada Sistem Indra

Gangguan pada mata, di antaranya :
1. Miopi (rabun jauh)
Mipoi adalah gangguan pada mata yang tidak dapat melihat benda-benda yang jauh dengan jelas. Disebabkan karena lensa mata yang terlalu cembung dan bayangan benda yang dibentuk jatuh didepan retina. Rabun jauh dapat dibantu dengan kacamata berlensa cekung atau negatif

2. Hipermetropi (rabun dekat)
Hipermetropi adalah gangguan pada mata sehingga tidak dapat melihat benda-benda yang dekat dengan jelas. Penyebabnya karena lensa mata yang terlalu pipih atau bola mata yang terlalu pendek, sehingga bayangan benda jatuh di belakang retina, Rabun dekat dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung atau positif.

3. Presbio
Presbio adalah gangguan mata yang terjadi pada orang yang sudah lanjut usia. Penyebabnya akibat kemampuan mencembungkannya lensa mata yang berkurang. Presbiopi dapat dibantu dengan kacamata berlensa ganda atau lensa cembung cekung.

4. Buta Warna
Buta warna adalah gangguan pada mata yang menyebabkan tidak dapat membedakan warna-warna tertentu. Gangguan buta warna dapat menurun pada laki-laki.

5. Rabun Senja
Rabun senja adalah gangguan pada mata yang disebabkan karena kekurangan vitamin A. Rabun senja jika dibiarkan dan tidak diobati bisa mengakibatkan mata menjadi buta.

Gangguan pada telinga adalah tuli, yang dibedakan menjadi dua yaitu :
  • Tuli konduktif, disebabkan penjalaran suata menuju rumah siput terganggu karena adanya kotoran telinga yang menumpuk atau nanah yang memenuhi telinga tengah.
  • Tuli saraf, disebabkan karena rumah siput dan saraf pendengaran mengalami kerusakan.
Gangguan pada hidung, misalnya influenza dan pulek yang disebabkan oleh virus yang menginfeksi saluran pernapasan.

Gangguan pada lidah, misalnya sariawan yang disebabkan karena kekurangan vitamin C sehingga mengakibatkan lidah menjadi lecet dan perih.

Gangguan pada kulit, seperti alergi makanan yang mengakibatkan kulit gatal-gatal, panu, kudis, kurap, dan kutu air.

Demikianlah artikel Materi Sistem Indra pada Manusia, Mata, Telinga, Hidung, Lidah, Kulit, dan Gangguan pada Sistem Indra IPA SMP Lengkap , semoga dapat bermanfaat bagi sobat semua, jika sobat masih ingin belajar dengan materi yang lain silakan sobat klik klik Materi IPA di menu atas, jika sobat ingin belajar dengan menggunakan soal silakan sobat klik Contoh Soal IPA di menu atas, sekian saja dari saya apabila ada kesalahan kata atau kalimat saya mohon maaf, terimakasih sudah berkunjung dan sampai bertemu di kesempatan berikutnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Materi Sistem Indra pada Manusia, Mata, Telinga, Hidung, Lidah, Kulit, dan Gangguan pada Sistem Indra IPA SMP Lengkap